Perilaku Integritas adalah fondasi dari semua perilaku, karena tanpa integritas, diri sendiri dan lingkungan akan rusak yang lambat laun akan mengakibatkan kehancuran. Kita diciptakan sebagai mahluk yang memiliki kesempurnaan, tentunya harus memiliki sifat tersebut. Ciri-ciri insan yang mempunyai integritas yaitu memahami langkah-langkah membangun integritas dalam diri, dapat mengantisipasi hambatan yang akan dihadapi, dan mengetahui langkah-langkah untuk melakukan antisipasi serta langkah-langkah untuk mengatasinya. Dalam kaitannya dengan perilaku sehari-hari seseorang yang memiliki sifat integritas adalah orang yang jujur, amanah, tanggung jawab, menepati janji konsekuen, konsisten, dan peduli terhadap sesama, bisa dikatakan mempunyai empaty yang kuat terhadap sesama. Dimana dari sifat tersebut akan menghasilkan output profesional dalam setiap tindakannya.

Setiap insani atau seseorang yang mempunyai sifat alam sosial mempunyai parameter integritas yaitu dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan memberi rasa aman bagi semua semesta alam. Bisa kita memberi contoh dalam kegiatan sehari-hari perilaku integritas dalam organisasi, misalnya menyadari hal-hal yang kecil itu penting, menemukan yang benar, dimana orang lain hanya melihat warna abu-abu, menciptakan budaya kepercayaan, peduli terhadap kebaikan yang lebih besar, bertindak bagaikan tengah diawasi ( hati-hati), menghargai waktu, berani berbicara sesuai kenyataan, memegang teguh rahasia.

Tentunya untuk membiasakan diri menjadi pribadi yang ber-integritas tidak serta merta seperti kita membalikkan sebuah tangan, perlu adanya tahapan untuk membiasakan diri menjadi pribadi yang ber-integritas. Tahapan untuk membangun sebuah integritas dalam diri berawal dari tingkah laku yang sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Pertama, pahami yang benar dan yang salah ( ketahui tindakan apa yang harus diambil, dan buatlah prioritas hal-hal yang benar ) kadang kita takut dan ragu untuk mengambil keputusan, padahal jelas sesuatu yang benar yang kita putuskan. Kedua, cintai kebajikan dan benci perbuatan buruk ( perasaan ini akan menjadi api dan semangat untuk berbuat kebajikan) disaat kita melakukan hal yang positif dan orang lain bisa menerimanya dan menjadi sebuah nilai ibadah, maka hal ini yang bisa menjadikan preventive badi diri kita untuk melakukan perbuatan yang buruk. Ketiga, biasakan terus menerus melakukan kebajikan, sehingga menjadi sebuah karakter yang tertanam dalam diri kita.

Banyak di luar sana pribadi-pribadi yang mempunyai integritas tinggi yang bisa kita jadikan panutan, yang bisa menumbuhkan rasa atau semangat kita untuk menjadi pribadi yang memiliki jiwa integritas yang berkarakter, “ Positif “. Beranilah untuk menghadapi kebenaran, lakukan hal yang benar karen itu benar, karena itulah kunci keselamatan dan hidup anda akan penuh Integritas.

“ Jika anda tidak memiliki Integritas, Anda tidak punya apa-apa dan Andapun tidak bisa membeli Integritas “. ( Hendry Kravis )

“ Allah melihat, Malaikat Mencatat “.

(MIH)

 

LEAVE A REPLY