Picture by : www.standard.co.uk

Sepak bola moderen sekarang ini cenderung melekukan permainan dengan fokus terhadap penguasaan bola, pressing ketat dan umpan-umpan pendek yang membuat sepakbola semakin indah dipandang. Sudah banyak tim-tim besar Eropa yang menggunakan strategi tersebut, dimulai dari Barcelona, Manchester City dan Arsenal. Pelatih-pelatih top Eropa juga sudah menerapkan dan berhasil menjuarai berbagai kompetisi seperti Luis Enrique bersama Barcelona yang mendapat empat trofi juara musim lalu, tak ayal semua tim-tim dibenua biru mulai mengikuti menggunkan strategi tersebut.

Biasanya strategi ball possessions menggunakan formasi 4-3-3, 4-1-4-1, atau bisa juga 4-2-3-1, dengan taktik pressing ketat, closing down setengah lapangan, man to man marking, jarak antar pemain berdekatan, dan tempo permainan agak sedikit lambat. Inti dari taktik ini adalah merebut bola dari kaki musuh secepat mungkin, memainkan bola selama mungkin (penguasaan bola biasanya 60 – 70%), dan tidak memberikan kesempatan permainan lawan untuk berkembang.

Namun tidak dengan Jose Mourinho, pelatih dengan segudang prestasi tersebut menggunakan strategi yang jauh berbeda dengan rival-rivalnya. Boleh dibilang antimaintstream dan tidak biasa digunakan tim-tim sepak bola pada umumnya, strategi Mourinho mengutamakan efisiensi, transisi menyerang-bertahan dengan tempo yang sangat cepat. bola-bola panjang nan direct, serta akurasi umpan dan finishing yang sangat tinggi.

Dengan formasi andalan 4-2-3-1 Mourinho menerapkan strateginya secara disiplin dan rigid/kaku. Mengandalkan dua gelandang bertahan, satu sebagai penghancur permainan lawan (ball winning midfielder) dan satu lagi sebagai pembangun serangan ( deep playing midfielder ). Ciri-ciri strategi ini adalah dengan penguasaan bola hanya 40-50 % namun dengan shoot on goal yang tinggi. Rahasia strategi berikutnya pelatih ini adalah menyerap semua gempuran-gempuran lawan sampai menarik semua pemain bertahan lawan ke depan, dan mngkonversi gempuran-gempuran itu menjadi serangan balik yang akurat dan cepat.

Menggunakan strategi tersebut Mourinho mampu memperoleh juara disetiap liga yang iya datangi, juara liga Portugal dengan 2 kali juara liga bersama FC. Porto, 3 kali Jura liga Inggris bersama Chelsea, 2 kali juara liga Italia bersama Internazionale Milano, dan Sekali juara bersama Real Madrid. Tidak hanya itu Mourinho juga mendapatkan 2 kali juara liga champion Eropa bersama FC. Porto dan Inter Milan.

Mungkin kelemahan strategi ini adalah permainan yang cenderung pragmatis dan tidak enak dilihat, tidak seperti strategi possessions ball yang diterpakan Barcelona yang cantik dan enak dilihat. Namun semua itu tertanggung pada filosofi pada setiap pelatih, mempunyai cara untuk menang tersendiri.

By : Mada

Pastikan Anda Sudah Mengunduh Aplikasi cepamagz.com yang sudah tersedia di IOS dan Android

cepamagzcepamagz