Pasar Besar Kota Malang(Photo by Apey)

Sebagai salah satu kota yang kental peninggalan sejarah jalan Belanda, Malang cukup menjanjikan untuk di jadikan sebagai salah satu tujuan untuk pengembangan usaha, salah satu jenis usaha yang cukup menjanjikan adalah usaha baju murah untuk dijajakan kembali kepada pembeli utama. Tempat untuk membeli baju murah untuk di jajakan kembali tersebut kalau untuk daerah Malang maka bisa menuju pasar Besar Malang. Pasar ini merupakan sebuah pasar yang cukup besar dan terletak di alun-alun sebelah barat kota Malang, pasar ini meruakan salah satu pasar peninggalan jaman Belanda yang masih lestari hingga sekarang sehingga bisa terlihat peninggalan bangunan peninggalan jaman kolonial Belanda.

Namun sebagai salah satu pusat denyut nadi ekonomi masyarakat Malang, pasar ini sempat terhenti beroperasi akibat kebakaran hebat yang terjadi 26 Mei 2016 lalu. Kebakaran yang membuat para pedagang panik, mengingat produk yang di jual di pasar ini pun bermacam-macam dari mulai produk pakaian, elektronik, aksesoris dan sebagainya dimana semuanya adalah barang yang mudah terbakar. Setelah kebakaran teratasi para pedagang mulai kegiatannya kembali diawal Juni 2016. Mereka hanya pemilik kios yang tidak terbakar. Sedangkan 633 kios harus menunggu lapak sementara sedang dibangun oleh Dinas Pasar. Hanya sebagian pedagang dari korban kebakaran berjualan dengan memanfaatkan tempat parkir di sisi timur pasar. (Merdeka.com)

Lantai dua yang terbakar dan geliat dagang di lantai satu (Photo by Apey)
Lantai dua yang terbakar dan geliat dagang di lantai satu (Photo by Apey)

Menyusuri kawasan pasar ini awal Agustus 2016, melalui pintu 13 akses sekitar area yang terbakar, keadaanya cukup banyak berubah. Para pedagang mulai menemukan kembali semangatnya baik yang berjualan di dalam pasar maupun yang berada di sisi timur pasar yang umumnya berdagang sayur, daging dan ikan laut. Semangat sebagai pejuang ekonomi rakyat di Pasar Besar telah mereka tunjukkan kembali meskipun belum sepenuhnya animo pembeli seperti sebelum pasar terbakar. Semangat saling membantu mereka tunjukkan ditengah terbatasnya keadaan pasar sebagai dampak kebakaran yang terjadi.

Abah Fatah didepan kios daganganya yang tepat berbatasan dengan kios yang terbakar (Photo by Apey)
Abah Fatah didepan kios daganganya yang tepat berbatasan dengan kios yang terbakar (Photo by Apey)

Demikian juga semangat yang ada pada sosok bersahabat yang punya nama lengkap Abdul Fatah. Para pedagang pasar baru khususnya yang berada diseputar pintu 13 akrab memanggilnya dengan Abah. Alumni Teknik Kimia Polinema yang memutuskan menekuni dunia dagang pakaian jadi ini menjadi figure yang mampu menjadi bapak maupun teman bagi para pedagang dikios-kios yang ada disekitarnya. Tidak jarang abah menjadi teman pendengar yang setia ketika rekan-rekan seperjuangan di pasar baru mengutarakan keluh kesahnya. Seolah tahu betul pangsa pasar yang dimasukinnya, sore itu dengan wajah semangat berpamitan kepada rekan-rekannya satu persatu sambil menutup toko dagangnya untuk bersilaturahmi kerumah teman lama. “ Pakde..bulik..aku disikan yo….” begitu gaya bicaranya saat berpamitan kepada rekan seperjuangannya. Semangat dan ekspresi keikhlasan yang patut menjadi contoh saat semua dimulai kembali selepas musibah yang menimpa. Seolah tidak mengingat sedikitpun kebakaran yang sempat menimpa Pasar Besar Malang Mei 2016 lalu. Semangat yang pernah ditunjukkan kala menjadi salah satu menwa Polinema tahun 1988 kala itu membantunya membuat tetap tabah, semangat dan seolah terasa ringan menjalani kehidupannya.

Teruskan semngat dan perjuanganmu Bah..semoga keberkahan selalu mengiringi setiap langkahmu..amin.

(Apey)

Pastikan Anda Sudah Mengunduh Aplikasi cepamagz.com yang sudah tersedia di IOS dan Android

cepamagzcepamagz